FUPI GELAR WORKSHOP “MENEMBUS JURNAL TERINDEKS SCOPUS DAN TIPS PENULISANNYA” BERSAMA DR. BUSRO, M.AG.
12 Mei 2026
FUPI GELAR WORKSHOP “MENEMBUS JURNAL TERINDEKS SCOPUS DAN TIPS PENULISANNYA” BERSAMA DR. BUSRO, M.AG.
12 Mei 2026
Jakarta, 12 Mei 2026 — Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) Universitas PTIQ Jakarta menyelenggarakan workshop bertajuk “Menembus Jurnal Terindeks Scopus dan Tips Penulisannya” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam ini menghadirkan Dr. Busro, M.Ag. sebagai narasumber utama. Workshop ini dihadiri oleh seluruh dosen FUPI yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk meningkatkan kapasitas akademik, khususnya dalam pengelolaan jurnal ilmiah dan penulisan artikel bereputasi nasional maupun internasional.
Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Selama empat jam, peserta mendapatkan paparan yang komprehensif dan aplikatif mengenai strategi pengembangan jurnal ilmiah serta teknik menulis artikel yang memiliki peluang besar diterima di jurnal terakreditasi Science and Technology Index (SINTA) dan jurnal internasional terindeks Scopus.
Dalam sesi pertama, Dr. Busro, M.Ag. membahas strategi kelembagaan untuk meningkatkan kualitas jurnal-jurnal yang dikelola di tingkat fakultas maupun program studi. Menurut beliau, pengembangan jurnal ilmiah memerlukan visi jangka panjang, konsistensi pengelolaan, serta komitmen kolektif dari seluruh tim editorial. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa kategori jurnal yang relatif lebih mudah mengalami peningkatan peringkat apabila memenuhi standar tata kelola, kualitas substansi artikel, dan konsistensi penerbitan.
Berbekal pengalaman panjang dalam pengelolaan jurnal akademik, Dr. Busro juga memaparkan berbagai kendala yang sering menyebabkan jurnal mengalami stagnasi, seperti lemahnya manajemen editorial, rendahnya kualitas naskah yang masuk, minimnya jejaring reviewer, serta kurang optimalnya strategi internasionalisasi. Untuk mengatasi hal tersebut, beliau menawarkan sejumlah solusi konkret, antara lain penguatan struktur editorial, peningkatan kualitas peer review, penyusunan author guidelines yang jelas, penggunaan referensi mutakhir, serta pembangunan kolaborasi dengan penulis dan reviewer dari berbagai institusi.
Pada sesi kedua, narasumber memfokuskan pembahasan pada langkah-langkah praktis agar artikel ilmiah dapat diterima di jurnal yang dituju. Ia menekankan pentingnya memilih topik yang memiliki kebaruan (novelty), menyusun research gap yang tajam, menggunakan metodologi yang jelas, serta menulis argumentasi yang sistematis dan berbasis referensi primer maupun sekunder yang kredibel. Selain itu, peserta juga memperoleh tips dalam memilih jurnal yang sesuai, memahami fokus dan cakupan jurnal (aim and scope), serta menyusun abstrak, pendahuluan, metode, dan pembahasan secara efektif.
Dr. Busro menegaskan bahwa keberhasilan menembus jurnal bereputasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menulis, tetapi juga oleh ketekunan, kedisiplinan akademik, dan kemauan untuk terus belajar dari masukan editor dan reviewer. Menurutnya, publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari budaya akademik yang harus dibangun secara berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Workshop ini disambut dengan antusias oleh para dosen FUPI. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan seputar strategi peningkatan akreditasi jurnal, teknik merespons komentar reviewer, hingga pengalaman praktis dalam menghadapi proses submit artikel ke jurnal internasional. Suasana akademik yang hidup menunjukkan tingginya semangat para dosen untuk meningkatkan produktivitas publikasi dan memperkuat reputasi ilmiah fakultas.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam berharap dapat membangun ekosistem akademik yang semakin produktif dan kompetitif. Workshop ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa jurnal-jurnal yang dikelola di lingkungan FUPI dapat terus meningkat hingga mencapai reputasi nasional tertinggi, yakni SINTA 1, bahkan menembus indeksasi Scopus. Pada saat yang sama, para dosen diharapkan semakin siap menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mampu berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional dan internasional. (LH)